Jenis Penyakit Kanker, Ada 27 Jenis Yang Membahayakan

Penyakit Kanker secara umum menjadi penyakit pembunuh paling mematikan kedua di seluruh dunia. Penyakit yang terjadi karena adanya pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh yang merusak sel-sel lainnya. Pertumbuhan sel abnormal tersebut terjadi secara cepat dan tidak terkendali. Penderita kanker pada umumnya meninggal dunia karena penyakit ini jarang terdeteksi pada stadium awal. Umumnya orang baru menyadari mengalami kanker setelah pada fase stadium lanjut karena menganggap gejala-gejala yang dialami adalah sakit biasa saja. Proses penyembuhan pun menjadi sulit dan tak jarang berakhir pada kematian. Mari kita kenali jenis penyakit kanker yang membahayakan ini, gejala, penyebab dan terapi alternatif yang cocok untuk menyembuhkannya.

Kanker

Sel abnormal atau sel kanker di dalam tubuh terjadi karena adanya mutasi genetika yang terjadi pada sel. Radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh juga dapat memicu terjadinya mutasi sel sehingga terjadi pertumbuhan sel tak normal atau sel kanker. Sel tersebut dapat tumbuh di bagian-bagian organ tubuh manusia. Berbagai jenis sel kanker pun dapat tumbuh sesuai dengan organ tempat sel ini berkembang.

27 Jenis Penyakit Kanker Yang Paling Membahayakan

Menurut ourworldindata.org menjelaskan bahwa di tahun 2017, penyakit kanker telah merenggut 9,56 juta jiwa dan menjadi jenis penyakit nomor 2 mematikan setelah cardiovascular diseases yang telah merenggut 17,79 juta jiwa. Lebih rinci lagi, jenis kanker yang paling banyak merenggut jiwa adalah :

  1. Tracheal, bronchus, and lung cancer
  2. Colon and rectum cancer
  3. Stomach cancer
  4. Liver cancer
  5. Breast cancer
  6. Pancreatic cancer
  7. Esophageal cancer
  8. Prostate cancer
  9. Leukemia
  10. Cervical cancer
  11. Brain and nervous system cancer
  12. Bladder cancer
  13. Lip and oral cavity cancer
  14. Ovarian cancer
  15. Gallbladder and biliary tract cancer
  16. Kidney cancer
  17. Larynx cancer
  18. Other pharynx cancer
  19. Multiple myeloma
  20. Other cancers
  21. Uterine cancer
  22. Nasopharynx cancer
  23. Non-melanoma skin cancer
  24. Malignant skin melanoma
  25. Thyroid cancer
  26. Hodgkin lymphoma
  27. Testicular cancer

Pada tahun 2017, Amerika Serikat menjadi negara dengan warga yang paling banyak menderita kanker sebsar 5,42%. Negara berikutnya adalah Kanada sebesar 4,63%. Sedangkan Indonesia berada pada angka 0,43% penderita kanker dari jumlah penduduknya.

Penderita kanker terbesar di tahun 2017 berada pada rentang umur 50-69 tahun sebesar 43%, rentang umur 70 ke atas sebesar 27% dan rentang umur 15-49 tahun sebesar 24,5%, dan sisanya pada rentang umur 0-14 tahun.

Jenis Penyakit Kanker, Ada 27 Jenis Yang Membahayakan
Sumber : https://ourworldindata.org/cancer

Jenis Penyakit Kanker

Walaupun terdapat beberapa gejala-gejala kanker yang sangat mirip, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Yayasan Kanker Indonesia melalui websiternya mencatat terdapat 12 jenis penyakit kanker yang sangat berbahaya di Indonesia. Selain itu, tercatat ada 22 jenis penyakit kanker yang sebagian telah dikelompokkan yaitu :

  1. Kanker Darah atau Leukemia

Kanker darah atau leukemia merupakan penyakit kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Dalam kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul. Jenis penyakit kanker yang berpengaruh pada sumsum tulang belakang dan jaringan getah bening ini banyak menyebabkan penderita tidak dapat melawannya.

Gejala kanker darah berupa pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher dan bawah ketiak tanpa rasa sakit, mudah terinfeksi, sering demam, mudah berdarah ketika luka, mudah lelah dan kehilangan berat badan. Baca selengkapnya : Penyakit Leukemia dan Terapi Pengobatan Yang Tepat

  1. Kanker Hati

Kanker hati adalah tipe kanker paling umum kelima di antara laki-laki dan ketujuh di antara wanita. Sekitar 85% kasus kanker hati di dunia terjadi di negara-negara yang masih berkembang. Bagi penderita Hepatitis B dan C patut memeriksa lebih lanjut akan resiko penyakit kanker hati. Baca selengkapnya : Penyakit Hati

  1. Kanker Kulit Melanoma

Kanker kulit melanoma merupakan jenis penyakit kanker yang dimulai dari kulit manusia dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya menjadi pertanda umum atau gejala melanoma. Hal ini bisa terjadi di seluruh tubuh, tapi beberapa bagian tubuh yang sering terkena kemunculannya adalah wajah, tangan, punggung dan kaki.

  1. Kanker Lambung

Kanker lambung merupakan jenis kanker yang menggerogoti lambung, yaitu organ di dalam rongga perut manusia yang menjadi salah satu bagian dari sistem pencernaan. Penyakit ini dapat diidap oleh orang-orang pada segala usia khususnya pada orang berusia 60 tahun ke atas , meski sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas. Pria tercatat lebih banyak dibanding wanita. Dokter akan memeriksa melalui tes endoskopi pada esofagus, perut dan usus halus untuk memastikan gejala-gejala yang timbul seperti kesulitan menelan, sering muntah, kembung setelah makan dan penurunan berat badan.

  1. Kanker Lidah

Kanker lidah merupakan jenis kanker yang tumbuh pada sel-sel jaringan lidah khususnya di pangkal dan ujung lidah. Kanker lidah paling sering tumbuh dan berkembang pada sel-sel skuamosa yang ada di permukaan lidah. Jenis kanker lidah ini dikenal dengan istilah karsinoma sel skuamosa. Gejala kanker lidah seperti bercak merah atau putih pada lidah, sering sariawan, maupun sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh. Gejala lain berupa adanya benjolan di mulut dan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Kanker ini dapat dialami bagi perokok, peminum alkohol, atau terkena virus HPV (Human Papilloma Virus).

  1. Kanker Mulut

Kanker mulut adalah jenis kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut yaitu pada bagian lidah, gusi, bibir, dinding mulut, serta langit-langit mulut. Kanker ini dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening. Gejala umum mirip dengan kanker lidah. Selain itu muncul gejala rasa sakit pada mulut, benjolan ataupun penebalan pada dinding mulut, serta gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas.

  1. Kanker Mata

Kanker mata merupakan jenis kanker yang jarang terjadi dan bisa menyerang bagian luar mata (misalnya, kelopak mata) atau bagian dalam mata (kanker intraokular). Selain itu, kanker ini juga bisa terjadi akibat penyebaran dari kanker pada organ lain. Kanker mata dibagi 2 jenis yaitu kanker mata primer yang berasal dari organ mata dan kanker mata sekunder yang berasal dari organ lain. Jenis penyakit kanker mata misalnya melanoma intraokular, limfoma intraokular primer, retinoblastoma, kanker kelopak mata, kanker orbita maupun Tumor kelenjar air mata.

  1. Kanker Otak

Mungkin hanya tumor otak kecil yang kemudian menjadi tumor ganas. Tidak semua tumor otak bersifat ganas sehingga bisa dikategorikan sebagai kanker. Kanker otak adalah hasil dari pertumbuhan sel-sel di otak secara tidak wajar dan tidak terkendali yang cepat menyebar ke bagian lain otak dan tulang belakang. Dokter akan melakukan tes MRI ketika Anda sehat untuk memastikan gejala-gejala kanker otak seperti sakit kepala berkepanjangan, kurangnya keseimbangan badan, maupun gangguan penglihatan dan pendengaran.

  1. Kanker Payudara

Kanker Payudara adalah kanker yang menyerang organ payudara. Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus (kelenjar kecil penghasil air susu). Saat seorang wanita melahirkan, Air Susu Ibu (ASI) akan dikirim ke puting melalui saluran kecil saat menyusui. Umumnya menyerang wanita berusia 40 tahun ke atas, walau ada kemungkinan pada wanita sebelum berusia 40 tahun. Gejala umum adalah adanya benjolan di payudara, perubahan ukuran, bentuk dan warna pada payudara dan puting. Dokter akan melakukan tes MRI. Baca selengkapnya di Terapi Tumor atau Kanker yang Tepat dan Mudah

  1. Kanker Serviks

Kanker Serviks merupakan kanker leher rahim. Kanker ini menempati urutan ke 2 dari 10 kanker terbanyak pada wanita. Salah satu penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Umunya terjadi pada wanita di bawah 50 tahun. Lakukan pap-smear untuk pemeriksaan dini. Gejala yang timbul berupa pendarahan abnormal pada peralatan wanita. Pendarahan abnormal ini dapat terjadi setelah menopouse ataupun setelah berhubungan.

  1. Kanker Rahim

Gejala yang mirip dengan kanker serviks berupa pendarahan tidak normal pada peralatan wanita, nyeri saat berhubungan, nyeri panggul, maupun penurunan berat badan secara drastis. Jenis Penyakit Kanker ini menyerang rahim wanita yang umumnya terjadi pendarahan abnormal pada wanita yang belum pernah melahirkan, diabetes, tekanan darah tinggi maupun obesitas. Tes screening tidak akan spesifik menghasilkan diagnosa yang tepat. Berkonsultasilah lebih mendalam.

  1. Kanker Ovarium

Jenis penyakit kanker yang banyak terjadi pada wanita pasca menopause ini menyerang organ indung telur. Gejala yang timbul berupa nyeri pada panggul, kembung, kurang nafsu makan, mudah lelah, terlalu sering buang air kecil, nyeri punggung dan nyeri ketika berhubungan. Tidak ada tes screening terhadap jenis penyakit kanker satu ini. Dokter akan melakukan tes panggul dan tes lainnya. Kanker ini umumnya menyerang wanita pasca menopause.

  1. Kanker Paru

Kanker Paru adalah tumor ganas yang menyerang organ paru. Rokok risiko utama Kanker Paru. Lebih dari 80% penderita kanker paru adalah perokok aktif atau perokok pasif. Tidak ada tes screening yang betul-betul cocok untuk memeriksa sakit ini. Dokter umumnya akan melakukan tes CT Scan pada paru-paru untuk melihat kejanggalan yang timbul. Penderita umumnya mengalami gejala-gejala berupa sesak napas, napas pendek, nyeri di dada, batuk berkepanjangan, mudah lelah, infeksi paru-paru atau pun juga pneumonia.

  1. Kanker kolorektal atau Colorectal (Colon dan Rectum)

Kanker kolorektal ini menyerang pada bagian anus (dubur) dan usus besar yang umumnya diderita pada orang berusia 50 tahun dengan gejala sering sembelit, pendarahan anus, dan kehilangan berat badan. Dokter akan melakukan pemeriksaan tes screening dengan sigmoidoscopy atau colonoscopy.

  1. Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring adalah jenis penyakit kanker di bagian tenggorokan. Kanker ini terjadi pada lapisan luar nasofaring yaitu salah satu bagian pada tenggorokan bagian atas. Nasofaring tepatnya terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut. Gejala kanker nasofaring berupa benjolan pada tenggorokan, infeksi telinga, kesulitan membuka mulut, wajah terasa nyeri atau mati rasa, mimisan, hidung sering tersumbat dan penglihatan kabur. Penyebab kanker nasofaring belum dapat dipastikan, tetapi diduga ada hubungan dengan virus Epstein-Barr (EBV).

  1. Kanker Getah Bening

Kanker getah bening adalah kanker yang menyerang sistem limfatik. Fungsi Limfatik adalah untuk melawan infeksi bakteri dan virus yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Penyebab kanker getah bening masih belum dapat diketahui secara pasti. Kanker getah bening ini dapat mempengaruhi amandel, timus, usus buntu, amandel dan sumsum tulang belakang. Kanker getah bening atau Limfoma ini memeliki 2 jenis kanker yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis kanker ini berbeda pada tipe sel getah bening yang mengalami perkembangan.

  1. Kanker Tiroid

Kanker tiroid adalah kanker yang terjadi pada kelenjar tiroid yang terletak di depan leher. Fungsi kelenjar tiroid adalah mengatur metabolisme tubuh, suhu tubuh, pertumbuhan, denyut jantung, berat badan, tekanan darah dan lain-lain. Kanker yang jarang terjadi ini umumnya menyerang orang pada usia 30-an dan 70-an tahun. Wanita lebih beresiko daripada pria. Kanker tiroid memiliki 4 jenis penyakit kanker yaitu Karsinoma papiler, Karsinoma folikuler, Karsinoma medular tiroid dan Karsinoma tiroid anaplastik.

  1. Kanker Prostat

Jenis penyakit kanker ini umumnya menyerang pria berusia 60 tahun. Tes Screeniing tidak dapat memastikan kanker prostat secara dini. Tes darah Prostate-Specific Antigen (PSA) dan Digital Rectal Exam (DRE) akan dilakukan dokter untuk menghasilkan diagnosa yang lebih tepat atas gejala-gejala yang dialami berupa air seni mengandung darah, nyeri pinggang, dan kaki semakin melemah.

  1. Kanker Testis

Jenis penyakit kanker ini menyerang testis pria yang memproduksi sperma. Umumnya diderita pria berusia 20-35 tahun dengan gejala-gejala berupa pembengkakan testis dan rasa berat pada skrotum atau kantung testis.

Mengenai Postat dan Testis, baca selengkapnya Peralatan Pria, Masalah Yang Sangat Meresahkan

  1. Kanker Kandung Kemih

Pria lebih beresiko menderita Kanker Kandung Kemih dibanding wanita. Umumnya penderita berusia 55 tahun ke atas. Perlu tes screening untuk memastikan, apalagi pekerjaan Anda sering terpapar zat kimia seperti penata rambut, tukang cat, maupun ahli mesin. Pemeriksaan pada air seni atau cystoscopy juga dilakukan dokter untuk lebih memastikannya. Gejala umum berupa adanya darah pada urin, terlalu sering buang air dengan rasa seperti terbakar pada saluran air seni.

  1. Kanker Ginjal

Kanker ginjal lebih sering diderita oleh para pria dibanding wanita dengan gejala ada darah pada air seni, bengkak pada pergelangan kaki dan kaki secara umum, mudah lelah dan penurunan berat badan secara drastis. Diagnosa biasa dilakukan melalui MRI, pemeriksaan urin, maupun ultra sound. Baca selengkapnya : Gagal Ginjal Dipengaruhi Oleh Kestabilan Emosi

  1. Kanker Pankreas

Kanker pankreas berhubungan dengan organ pencernaan manusia. Umumnya penderita berusia 55 tahun ke atas dengan gejala umum berupa warna air seni gelap, kulit dan mata menguning, muntah dan nyeri piinggang.

Jenis Penyakit Kanker, Ada 27 Jenis Yang Membahayakan (2)

Gejala Penyakit Kanker

Beberapa gejala kanker yang dirasakan orang pada umumnya baru dirasakan setelah stadium lanjut. Adapun beberapa gejala umum yang dirasakan sebagai berikut:

  1. Muncul benjolan
  2. Terasa nyeri dan panas pada satu bagian tubuh
  3. Berat badan mengalami penurunan secara drastis
  4. Terjadi memar pada bagian kulit dan terjadi pendarahan
  5. Mengalami demam yang sering berulang
  6. Tubuh tampak lemah dan pucat
  7. Mengalami batuk kronis

Menurut Yayasan Kanker Indonesia, terdapat 7 gejala umum untuk mengetahui resiko penyakit kanker :

  1. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
  2. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan
  3. Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
  4. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor)
  5. Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan gatal
  6. Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh
  7. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh

Gejala lain mungkin dapat muncul beriringan sesuai dengan jenis penyakit kanker yang dialami. Namun, untuk memastikan apakah hal tersebut memang kanker atau bukan, Anda perlu melakukan cek medis dan melakukan pemeriksaan di laboratorium.

Penyebab Penyakit Kanker

Penyakit kanker yang mematikan dapat terjadi karena berbagai faktor risiko yang dilakukan, beberapa di antaranya adalah:

  1. Faktor Makanan

Makanan yang tak sehat beberapa di antaranya menjadi pemicu terjadinya kanker, seperti misalnya jenis makanan tinggi lemak, makanan gorengan, makanan daging olahan beku, makanan yang dibakar, makanan yang mengandung zat-zat aditif (penyedap, pewarna, pemanis, dan sejenisnya).

  1. Faktor Usia

Mereka yang memiliki usia di atas 65 tahun memiliki risiko terkena penyakit kanker lebih tinggi dibanding usia muda.

  1. Faktor Genetika

Kanker dapat tumbuh sebagai salah satu penyakit genetika yang diwariskan secara keturunan. Jika Anda memiliki faktor ini, maka penjagaan dan pencegahan harus lebih ekstra.

  1. Paparan Polutan

Paparan radiasi, zat kimia berbahaya, terpapar hormon dalam jumlah tinggi dalam waktu lama, infeksi virus dan sebagainya.

  1. Pola Hidup Tak Sehat

Obesitas menjadi salah satu dampak pola hidup yang tak sehat. Malas berolahraga sehingga tumpukan lemak dalam tubuh meningkat. Bila Anda ingin sehat dan terbebas dari risiko kanker, mulailah memulai hidup sehat. Rajin berolah raga dan perbanyak mengonsumsi makanan sehat.

  1. Jarang Makan Sayur dan Buah

Buah dan sayur adalah sumber antioksidan yang dapat mengikat radikal bebas sebagai zat pemicu tumbuhnya sel kanker. Jenis buah tertentu sangat kaya antioksidan yang dapat mencegah risiko sel kanker. Tingkatkan konsumsi buah dan sayur Anda setiap hari untuk memastikan antioksidan dalam tubuh Anda cukup setiap harinya.

  1. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol

Kebiasaan ini juga menjadi pemicu munculnya berbagai jenis penyakit kanker dalam tubuh. Kanker bisa tumbuh dalam organ mana saja terutama organ reproduksi bagi kaum wanita.

Kapan Harus Cek ke Dokter?

Bagi Anda yang ingin terbebas dari risiko kanker sebaiknya secara rutin melakukan general chek up secara berkala. Hal ini untuk memastikan kondisi tubuh Anda dalam kondisi baik-baik saja dan jikalaupun terdeteksi jenis penyakit tertentu bisa ditangani lebih awal. Namun, kebanyakan orang mendeteksi penyakit kanker ini setelah pada stadium lanjut. Akibatnya banyak pasien kanker yang tidak tertolong. Bila gejala-gejala kanker seperti yang sudah disebutkan di atas terjadi, sebenarnya kondisinya sudah terlambat. Namun, Anda tetap harus segera membawanya ke dokter.

Metode lain untuk mendeteksi kanker adalah Cancer Risk (CaRisk) melalui pemeriksaan kanker berdasarkan genetik. Cara ini mampu mendeteksi semua jenis kanker yang umum terjadi di Indonesia. Carisk dapat mengetahui resiko kanker yang diturunkan melalui gen ataupun akibat pola hidup tidak sehat khususnya pada pola makan penderita.

Cara Mencegah Penyakit Kanker

Penyembuhan penyakit kanker dilakukan oleh dokter dan terapis lainnya. Hal yang tak kalah penting dilakukan adalah melakukan pencegahan sejak dini sebelum penyakit tersebut datang. Apa saja hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya penyakit kanker?

  1. Mengonsumsi Makanan Sehat

Makanlah jenis makanan yang tidak memicu risiko kanker. Tinggalkan makanan berlemak, makanan goreng, makanan yang dibakar, makanan yang diawetkan, makanan beku, daging olahan, makanan dengan zat aditif dan lainnya. Makanan makanan yang sehat dan porsi yang sesuai dengan tubuh.

  1. Mengonsumsi Jenis Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi untuk menangkal sel kanker tumbuh. Di antara yang paling mudah Anda konsumsi seperti buah lemon, ubi rambat ungu, brokoli, terong Belanda, tahu tempe, wortel, tomat, bawang putih, bawang bombay, bunga kol, kol ungu, kunyit, jeruk, dan lain-lain.

  1. Cek Kesehatan Rutin

Lakukan cek kesehatan secara berkala untuk memastikan kondisi Anda aman dan terbebas dari penyakit mematikan ini.

  1. Normalkan Berat Badan

Berat badan berlebihan dapat memicu aneka jenis penyakit yang bisa muncul. Oleh karena itu, lakukan diet sedini mungkin untuk mengembalikan berat badan lebih ideal.

  1. Tinggalkan Pola Hidup Tak Sehat

Merokok dan mengonsumsi alkohol merupakan dua kebiasaan buruk yang dapat mempertinggi risiko terkena kanker. Jauhkan diri Anda dari dua hal tersebut untuk mengurangi aneka jenis kanker yang sangat mungkin muncul akibat dua kebiasaan buruk tersebut.

Hubungan Kesehatan Emosional dengan Penyakit Fisik Seperti Kanker

Tahukah Anda, penyakit fisik yang singgah ke tubuh pada awalnya adalah penyakit nonfisik yang dirasakan oleh emosional diri Anda. Saat kondisi ini berlangsung lama, maka kondisi tersebut akan berdampak pada kondisi fisik seseorang. Sebuah riset yang dilakukan di Finlandia menunjukkan, terdapat hubungan yang kuat antara kesehatan emosional dengan kesehatan fisik. Jika emosi seseorang baik, maka kondisi fisik pun cenderung akan lebih stabil dan sehat.

Penyakit kanker yang menakutkan juga demikian. Awal dari semuanya adalah kondisi emosi yang dalam masalah, selain memang ada terpapar virus atau zat kimia lainnya. Berlanjut pada gangguan penyakit fisik yang akhirnya menimbulkan rasa sakit secara fisik juga. Salah satu terapi penyembuhan penyakit kanker yang disarankan dalam agama adalah melakukan shalat dan ibadah malam hari. Terapi penyakit ini bisa dilakukan dengan rutin melaksanakan ibadah yang diiringi dengan doa-doa. Kondisi emosional yang stabil diiringi dengan terkabulnya doa untuk sembuh akan lebih membantu Anda melakukan penyembuhan penyakit kanker.

Terapi Energi Ilahi untuk Penyembuhan Penyakit Kanker

Jangan putus asa saat Anda dinyatakan mengidap kanker, sebab tahukah Anda bahwa ajal itu bukan karena penyakit yang diderita tetapi karena memang sudah tiba waktunya. Jadi optimisme untuk sembuh tetap harus Anda lakukan.

Salah satu upaya terapi untuk penyembuhan penyakit kanker adalah melalui terapi energi ilahi. Terapi energi ilahi merupakan terapi dengan menyalurkan energi ke dalam tubuh Anda untuk membantu penyembuhan penyakit secara fisik dan nonfisik. Terapi ini sangat cocok untuk Anda yang trauma dengan pengobatan kanker secara medis seperti operasi atau kemotrapi yang membuat kondisi fisik semakin lemah. Berikut ini keunggulan energi ilahi:

  1. Tidak operasi dan tidak sakit
  2. Terapi energi dilakukan oleh seorang terapis berpengalaman yang dilakukan secara kontak langsung maupun jarak jauh
  3. Terapi ini membantu Anda melakukan penenangan diri untuk melakukan penyembuhan secara fisik dan nonfisik
  4. Energi yang disalurkan ke dalam tubuh Anda adalah energi alam yang membantu kondisi fisik Anda lebih kuat dan bisa terbebas dari penyakit.
  5. Syarat pengobatan ini Anda harus yakin bahwa cara ini dapat membantu Anda untuk sembuh dari kanker.
  6. Terapi sifatnya bertahap membantu memperbaiki kondisi energi tubuh Anda yang sedang memudar.

Apa yang menjadi masalah penyakit Anda saat ini silakan melakukan konsultasi dengan terapis. Terapi dapat dilakukan oleh terapis secara langsung berhadapan dengan pasien maupun secara jarak jauh dengan kesepakatan jadwal. Saat ini terapi energi ilahi menjadi salah satu trend pengobatan alternatif yang banyak dipilih orang.

form konsultasi terapi energi ilahi klik disini

Bukan hanya penyakit fisik semacam kanker yang bisa dibantu penyembuhannya. Penyakit nonfisik seperti masalah aura negatif dalam diri Anda, rezeki yang sulit, jodoh yang tak kunjung datang, anak yang tak kunjung dititipkan Tuhan pada Anda bisa dikonsultasikan pada terapis energi ilahi. Fokus mengembalikan kondisi energi tubuh yang prima akan dilakukan pada terapi ini sehingga tubuh dapat terbebas dari penyakit fisik maupun nonfisik, salah satunya penyembuhan penderita dari berbagai jenis penyakit kanker. Semoga semakin sehat.