Penyakit Insomnia, Pencegahan dan Terapinya

Apakah Anda sering mengalami ngantuk di siang hari? Sulit tidur di malam hari? Mudah lelah? Sering marah tanpa penyebab? Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi, sedangkan Anda tidak dapat memejamkan mata sedetik pun dengan tenang. Mungkin Anda mengalami insomnia. Penyakit Insomnia adalah gangguan yang terjadi pada tidur yang menyebabkan orang kesulitan tidur atau tidak dapat tidur sama sekali secara normal. Waktu normal tidur adalah malam hari. Akibat dari kondisi tubuh yang sulit tidur, fisik akan lemah dan akan terlihat tidak segar pada keesokan harinya. Lama kelamaan akan membuat kondisi tubuh rentan mengalami penyakit.

Insomnia terdiri dari dua jenis, ada jenis insomnia yang  bersifat primer dan ada yang sekunder. Jenis penyakit Insomnia primer merupakan imsonia yang terjadi sendiri, murni bukan karena efek dari penyakit yang lain. Sementara insomnia sekunder disebabkan adanya jenis penyakit kronis tertentu yang diderita sehingga menyebabkan sulit tidur walaupun Anda punya cukup waktu untuk tidur.

Beberapa jenis penyakit yang memberi efek gejala insomnia di antaranya seperti depresi, diabetes, asma, radang sendi, kanker dan sebagainya. Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu dan alkohol juga dapat menyebabkan terjadinya insomnia.

Menurut lembaga kesehatan dunia WHO, wanita lebih berisiko mengalami insomnia dibandingkan pria. Hal ini disebabkan perempuan akan lebih sensitif perasaannya terhadap sesuatu sehingga lebih berisiko mengalami kecemasan. Selain itu, mereka yang sudah berusia lanjut juga memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami insomnia dibanding usia yang masih muda.

Penyakit Insomnia, Pencegahan dan Terapinya
Tidur adalah kebutuhan

Tidur adalah

Tidur adalah saat tibuh beristirahat dengan tenang yang penting bagi kesehatan. Disesuaikan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidur adalah kondisi mengistirahatkan badan dan kesadaran dalam keadaan mata terpejam dan posisi tubuh berbaring. Tertidur atau ketiduran adalah kondisi tidak sengaja tidur dan segala posisi, dapat dalam keadaan duduk, kepala di atas meja atau kondisi ekstrem tertidur dapat terjadi dalam keadaan berdiri.

Dalam kondisi tidur, tubuh kita akan mengalami perubahan denyut menurun, sebagian atau seluruh kesadaran hilang, frekuensi pernapasan melambat, saraf sensorik dan motorik akan berhenti sejenak. Tahap kondisi sadar sampai tidur disebut pradormitium, sedangkan sebaliknya tahap kondisi tidur sampai sadar disebut postdormitium.

Secara normal, hampir sepertiga waktu sehari kita habiskan untuk tidur. Tubuh butuh istirahat, kebiasaan dan pola hidup menjadikan tidur sebuah kebutuhan yang manusiawi. Tidur adalah kebutuhan.

Kondisi dan Jenis Tidur

Waktu tidur setiap orang dipengaruhi oleh sinyal hormon sesuai Circadian Clock atau disebut juga Process C sebagai sebuah sistem neurochemical yang kompleks antara siang dan malam. Sangat kompleks untuk dijelaskan secara singkat.

Kondisi dan jenis tidur secara umum terbagi 2 yaitu Rapid Eye Movement (REM) dan Non Rapid Eye Movement (NREM). REM adalah kondisi tidur dengan kelopak mata tertutup tetapi bola mata bergerak cepat dan random. REM atau paradoxical sleep dianggap sebagai bagian dari total waktu tidur dengan kondisi bermimpi biasa ataupun mimpi buruk dimana kerja otak sama seperti kondisi tidak tidur.

NREM adalah tidur nyenyak (slow wave sleep atau deep sleep atau quiescent sleep atau delta sleep). Ini adalah kondisi tidur normal. American Academy of Sleep Medicine (AASM) membagi tidur NREM dalam 3 tahap N1, N2, N3 dengan proses N1-N2-N3-N2-REM.

Tahap tidur N1 merupakan tahap tahap awal tidur dengan pergerakan bola mata yang lambat dan kondisi tubuh yang relaks atau santai. Alfa waves menghilang diganti dengan Theta waves yaitu melambatnya sinyal gelombang saraf otak atau brainwaves. Tahap tidur N2 adalah kondisi bola mata tidak bergerak dan jarang terjadi mimpi pada tahap ini serta masih mudah untuk dibangunkan. Tahap tidur N3 adalah tahap tidur nyenyak tanpa pergerakan bola mata. Mimpi secara umum berada pada tahap ini yang muncul dipengaruhi emosi atau pikiran saat awal sebelum tidur ataupun alam bawah sadar. Waktu dalam setiap tahap akan berbeda pada setiap orang.

Gejala Penyakit Insomnia

Secara umum, orang akan tidur sekitar jam 11 malam. Sebagian orang lain akan tidur mulai sekitar jam 9-10 malam. Apakah Anda mengalami kondisi insomnia atau gangguan sulit tidur yang tidak biasa? Kenali gejalanya lebih dulu. Berikut ini beberapa gejala yang umum seseorang dikatakan mengalami insomnia:

  1. Tidak dapat tidur di malam hari.
  2. Tertidur sebentar lalu terjaga sampai pagi.
  3. Membutuhkan waktu yang lama sampai tertidur.
  4. Berbaring di tempat tidur dengan penuh pikiran cemas, tegang, khawatir, atau mengingat secara terus-menerus masalah-masalah pada masa lalu atau pada masa depan.
  5. Mengalami halusinasi karena penyebab lain.
  6. Berusaha tidur tetapi kondisi tidur menjadi lebih sulit diperoleh .
  7. Pada siang hari tampak mengantuk.
  8. Bila beraktivitas mudah lelah.
  9. Memiliki kesulitan fokus saat melakukan aktivitas.
  10. Menurunnya daya ingat.
  11. Terjadi gangguan gairah seks.

Bahaya dan Komplikasi Insomnia

Walaupun kelihatannya sederhana hanya masalah gangguan tidak bisa tidur, kondisi ini ternyata memiliki risiko bahaya yang harus Anda perhatikan. Di antara risiko yang mungkin terjadi adalah:

  1. Menurunnya Imunitas Tubuh

Daya tahan tubuh akan menurun akibat sulit tidur. Energi tubuh lemah, dan badan akan terasa lemas di siang hari karena kekurangan tidur. Sehari dua hari mungkin tak akan terasa, tetapi jika kondisi ini terus berlanjut sangat berisiko mengantarkan Anda pada penyakit lainnya.

  1. Rentan Mengalami Kecelakaan

Kondisi mengantuk tidak membolehkan Anda membawa kendaraan. Apabila Anda memaksa tetap membawa kendaraan maka risiko untuk kecelakaan lebih tinggi. Bukan hanya pada saat membawa kendaraan, pada saat beraktivitas pun kurang aman karena kondisi mengantuk dan tidak fokus. Bagi penderita insomnia sangat disarankan untuk tidak mengendarai kendaraan.

  1. Risiko Gangguan Mental

Orang yang sering insomnia memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental seperti depresi, stres, marah tanpa penyebab dan sejenisnya. Keduanya akan saling beriringan. Sulit tidur mungkin disebabkan kondisi pikiran yang tidak tenang. Bila hal ini terus berlanjut maka gangguan mental semacam depresi sangat mungkin terjadi.

  1. Risiko Kematian yang Lebih Tinggi

Sebuah penelitian mengungkap, mereka yang memiliki kebiasaan tidur di luar jam tidur normal memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang cukup tidurnya. Hal ini tentu dipicu dengan kondisi psikologis seseorang.

Akibat Insomnia

Selain hal yang telah disebutkan pada bagian Bahaya dan Komplikasi Insomnia diatas, penyakit insomnia juga berakibat :

  1. Adanya halusinasi.
  2. Mudah ​​marah.
  3. Penurunan kognitif.
  4. Mudah lupa.
  5. Gangguan penilaian moral.
  6. Berkurangnya kemampuan reaksi dan akurasi.
  7. Risiko Diabetes Tipe 2.
  8. Risiko obesitas.
  9. Penurunan suhu tubuh.
  10. Risiko penyakit jantung.
Penyakit Insomnia, Pencegahan dan Terapinya woman
Tidur nyenyak adalah kenikmatan

Penyebab Insomnia

Penyebab insomnia seperti yang sudah dijelaskan di atas dapat dipicu beberapa hal di antaranya:

  1. Banyak masalah yang menyebabkan stres dan depresi
  2. Gangguan sampingan dari jenis penyakit tertentu
  3. Efek penggunaan obat-obatan dan alkohol
  4. Trauma kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai
  5. Gaya hidup tak sehat, biasanya sering begadang sehingga jam tidur berubah, atau pekerja malam yang tidak dapat mengendalikan waktu tidur.

Cara Pencegahan Penyakit Insomnia

Jangan membiarkan insomnia terjadi berlarut-larut pada keseharian Anda, lakukan hal-hal berikut ini untuk menguranginya:

  1. Menenangkan Diri
    Yakinkan diri untuk dapat hidup sehat. Hilangkan pikiran negatif yang membuat energi tubuh Anda hilang. Tenangkan pikiran dan diri Anda. Redakan emosi Anda.
  2. Manfaatkan Waktu untuk Beribadah
    Pada saat Anda sulit tidur, cobalah manfaatkan untuk beribadah. Bagi muslim bisa salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir dan lainnya. Cara ini akan membuat pikiran Anda lebih tenang dan berbagai pikiran yang membuat stres. Bacalah doa-doa, ayat-ayat Al-Qur’an yang biasanya akan membuat pikiran lebih tenang dan lama kelamaan dapat tidur.
  1. Menjaga Aktivitas di Siang Hari
    Jangan tidur terlalu lama di siang hari, lakukan aktivitas yang membuat tubuh lelah dan cepat mengantuk. Bila perlu jangan tidur siang sama sekali.
  1. Pola Hidup Sehat
    Jangan biasakan begadang hingga larut malam. Jika ini sudah jadi kebiasaan Anda, maka malam hari akan sulit untuk Anda tidur. Bila kondisi itu berlangsung lama akan berpengaruh pada daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Jika kebutuhan kerja adalah malam hari, atur pola tidur Anda. Siapkan posisi dan keadaan sekitar Anda sehingga Anda dapat tidur dengan nyaman.
  1. Hindari Kafein
    Kalau kamu sudah mengalami insomnia, hindari lebih dulu minuman yang mengandung kafein seperti kopi. Apalagi ngopi di malam hari, ini efeknya akan terasa pada mata yang sulit tidur. Esok harinya tubuh akan terasa lelah.
  1. Hentikan Konsumsi Alkohol dan Obat-Obatan Tertentu
    Bila pemicunya adalah hal ini, hentikan penggunaannya. Minuman alkohol dan jenis obat-obatan tertentu dapat memicu terjadinya sulit tidur di malam hari. Efek jangka panjangnya tubuh akan lemas dan imunitas tubuh menurun.
  1. Konsumsi Makanan Sehat dan Olahraga
    Makanan yang sehat dan gaya hidup yang baik akan membuat kondisi tubuh dalam kondisi normal. Kebiasaan olahraga bukan hanya membuat tubuh menjadi lebih bugar tetapi tidur pun akan terasa lebih nyenyak dan enak. Demikian juga makanan yang Anda konsumsi. Makanan yang sehat akan membuat tidur lebih nyaman dan tubuh bisa bangun dalam kondisi yang lebih fresh.
  1. Lakukan Pengobatan Penyakit Utama
    Jika penyebabnya adalah jenis penyakit kronis tertentu, maka penyembuhannya adalah pada jenis penyakit kronis yang diderita.
  2. Siapkan Kondisi Tidur
  3. Siapkan keadaan tempat tidur dan ruangan tidur yang membuat kondisi tidur Anda menjadi nyaman.
  4. Pakai Wewangian
  5. Wewangian dapat mempengaruhi ketenangan pikiran, suasana hati, mengurangi stress dan mengendurkan otot. Wangi amber atau vanila banyak menjadi wangi favorit bagi orang yang ingin tidur lebih nyenyak. Ada juga yang menyukai wangi rempah, nilam, bunga atau cendana. Cari wangi yang paling Anda sukai dan menenangkan Anda. Wewangian ini dapat dipakai atau disemprot atau dioles pada sprei, bantal, baju atau juga menggunakan alat penebar wangi.
  6. Redupkan Pencahayaan.
  7. Hidupkan Musik Santai.
Penyakit Insomnia, Pencegahan dan Terapinya 1
Kucing pun butuh tidur

Emosi dan Penyakit Insomnia

Apa yang membuat orang pada umumnya mengalami insomnia adalah masalah yang ada dalam pikiran. Orang yang memiliki banyak masalah masa lalu dan terlalu dipikirkan setiap waktu membuat kondisi tertekan, stres dan akhirnya mengalami depresi. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka bukan hanya pikiran yang akan sakit, Anda dapat mengalami insomnia dan kondisi fisik pun bisa mengalami penyakit tertentu.

Emosi menyebabkan sulit tidur

Terdapat hubungan yang kuat antara kesehatan emosional seseorang dengan kesehatan fisik. Para peneliti di Finlandia telah melakukan penelitian terhadap 700 orang pasien di rumah sakit. Hasilnya menunjukkan orang yang mengalami penyakit fisik umumnya adalah mereka yang secara emosional tidak bahagia dan mengalami banyak masalah. Kebahagiaan hati dan pikiran adalah awal dari kehidupan fisik yang sehat.

Saat Anda mengalami insomnia, maka cara mudahnya adalah membuat pikiran Anda kembali tenang agar bisa tidur dengan normal. Jika kondisi susah tidur disebabkan karena kebiasaan begadang, maka Anda harus sadar dengan risiko terburuknya. Kesehatan fisik dalam jangka panjang akan terancam kondisinya bila kebiasaan sulit tidur malam terus menerus terjadi.

Terapi Energi Ilahi untuk Mengatasi Penyakit Insomnia

Buat Anda yang sering mengalami kesulitan tidur alias insomnia baik itu primer atau sekunder, sebuah teknik terapi penyembuhan yaitu terapi energi ilahi siap mengatasi masalah penyakit Anda. Terapi ini akan membantu Anda mendapatkan pikiran yang lebih tenang, perasaan yang lebih bahagia dan kondisi fisik yang lebih segar melalui penyaluran energi alam yang dimasukkan ke dalam tubuh penderita oleh terapis yang ahli.

Saat Anda merasa emosi Anda terganggu, kondisi fisik lemah atau mengalami penyakit tertentu, konsep energi ilahi menilai bahwa kondisi tubuh Anda sebenarnya dalam keadaan energi tubuh yang lemah. Setiap benda di alam semesta ini memiliki energi. Apabila energi tersebut terganggu, maka material tersebut pun akan bermasalah. Sama halnya dengan tubuh Anda. Saat kondisi emosi mempengaruhi fisik, maka yang terjadi tubuh Anda memerlukan penyaluran energi dari luar.

Bagaimana teknik penyembuhan energi ilahi ini bekerja? Berikut ini penjelasannya:

  1. Anda akan diterapi dengan cara disalurkan energi untuk memulihkan kondisi fisik dan nonfisik tubuh.
  2. Penyaluran energi ini dilakukan oleh terapis berpengalaman yang siap membantu Anda sampai sembuh.
  3. Anda akan dipandu melakukan meditasi untuk mendapatkan ketenangan, rileks dan lebih fokus pada sesuatu.
  4. Pengobatan ini tidak sakit, tidak operasi, dan tidak minum obat yang membuat trauma berkepanjangan.

Saat ini terapi pengobatan dengan konsep energi ilahi bukan hanya mampu mengobati penyakit insomnia, terapi ini juga membantu Anda sembuh dari penyakit kronis lain seperti jantung, diabetes, hipertensi, asam urat, maag, asam lambung, asma, kanker dan lainnya. Selain itu juga bisa membantu mengatasi masalah nonfisik seperti masalah jodoh yang tak kunjung datang, sering gagal dalam bisnis dan lainnya. Konsultasikan apa yang menjadi masalah Anda pada terapis kami dengan mengisi form konsultasi di bawah ini.

form konsultasi terapi energi ilahi klik disini